Niat & Ihklas
Senin, 07 Desember 2020
Sabtu, 14 April 2012
paud mutiara hati
Jumat, 18 Juni 2010
10 HAL YANG SIA - SIA
Pada posting kali ini, kami akan membawakan beberapa faedah dari kitab Al Fawa’id mengenai hal-hal yang sia-sia dan tidak berfaedah. Hal-hal inilah yang banyak dilalaikan oleh kaum muslimin saat ini, termasuk juga kami. Semoga posting kali ini bisa menjadi nasehat bagi kami dan pembaca sekalian.
Ibnu Qoyyim Al Jauziyah mengatakan bahwa ada sepuluh hal yang tidak bermanfaat.
Pertama: memiliki ilmu namun tidak diamalkan.
Kedua: beramal namun tidak ikhlash dan tidak mengikuti tuntunan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ketiga: memiliki harta namun enggan untuk menginfakkan. Harta tersebut tidak digunakan untuk hal yang bermanfaat di dunia dan juga tidak diutamakan untuk kepentingan akhirat.
Keempat: hati yang kosong dari cinta dan rindu pada Allah.
Kelima: badan yang lalai dari taat dan mengabdi pada Allah.
Keenam: cinta yang di dalamnya tidak ada ridho dari yang dicintai dan cinta yang tidak mau patuh pada perintah-Nya.
Ketujuh: waktu yang tidak diisi dengan kebaikan dan pendekatan diri pada Allah.
Kedelapan: pikiran yang selalu berputar pada hal yang tidak bermanfaat.
Kesembilan: pekerjaan yang tidak membuatmu semakin mengabdi pada Allah dan juga tidak memperbaiki urusan duniamu.
Kesepuluh: rasa takut dan rasa harap pada makhluk yang dia sendiri berada pada genggaman Allah. Makhluk tersebut tidak dapat melepaskan bahaya dan mendatangkan manfaat pada dirinya, juga tidak dapat menghidupkan dan mematikan serta tidak dapat menghidupkan yang sudah mati.
Itulah sepuluh hal yang melalaikan dan sia-sia. Di antara sepuluh hal tersebut yang paling berbahaya dan merupakan asal muasal segala macam kelalaian adalah dua hal yaitu: hati yang selalu lalai dan waktu yang tersia-siakan.
Hati yang lalai akan membuat seseorang mengutamakan dunia daripada akhirat, sehingga dia cenderung mengikuti hawa nafsu. Sedangkan menyia-nyiakan waktu akan membuat seseorang panjang angan-angan.
Padahal segala macam kerusakan terkumpul karena mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Sedangkan segala macam kebaikan ada karena mengikuti al huda (petunjuk) dan selalu menyiapkan diri untuk berjumpa dengan Rabb semesta alam.
Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Faedah ilmu dari Al Fawa’id, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, Darul ‘Aqidah
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
(Rumaysho.com )
Kamis, 15 Oktober 2009
IKHLAS DALAM NIAT
Demi waktu sesungguhnya manusia dalam kerugian, Kecuali mereka yangBeriman dan ber amal sholeh(berbuat baik) dan yang mengajak kepada kebaikan (Kebenaran) dan menyeru kepada kesabaran.
| Meneruskan Kebiasaan Menulis | | | |
| Wednesday, 16 June 2010 01:38 |
| Pada hari ini, sudah genap dua tahun, saya memiliki kebiasaan menulis di pagi hari. Pada tahun-tahun sebelumnya, saya menulis, tetapi tidak rutin. Biasanya sepulang dari masjid, sholat berjamaáh bersama keluarga dan tetangga, saya mengisi waktu dengan cara menulis artikel pendek dan juga sederhana. Tradisi menulis secara rutin itu sudah saya jalani selama dua tahun, dan ternyata belum pernah jeda sehari pun.
Apa yang saya tulis pada setiap pagi itu, tidak terfokus pada persoalan tertentu. Apa saja yang saya ingat dan ingin saya tulis, maka saya tulislah. Misalnya, saya sedang ingat persoalan pendidikan, maka saya menulisnya tentang itu. Pada pagi berikutnya, saya ingat dan terkesan tentang sebuah ayat al Qurán, maka saya menulisnya. Pada saat lainnya, saya tertarik dengan persoalan politik, ekonomi, korupsi, maka saya menulisnya tentang itu, dan seterusnya.
Tulisan-tulisan tersebut segera saya posting lewat website dan juga lewat facebook. Semula saya tidak mengira kalau tulisan tersebut akan dibaca orang. Tetapi ternyata banyak sekali yang membacanya. Melihat banyaknya para pembaca dan apalagi, mereka berkenan memberi komentar, semangat saya menjadi hidup. Saya menjadi sangat senang, bahwa ternyata tulisan-tulisan saya dianggap ada manfaatnya.
Melihat respon yang cukup banyak dan semuanya positif, akhirnya saya merasa berhutang dan harus segera saya bayar, jika tulisan terlambat saya buat, karena sesuatu alasan tertentu. Misalnya, saya dalam perjalanan ke luar kota, dan bahkan ke luar negeri. Dalam suasana seperti itu, saya tidak bisa menulis tepat waktu. Gangguan lainnya, pada saat-saat tertentu, sinyal internet di rumah tidak muncul, sehingga tulisan yang telah saya buat tidak bisa saya posting.
Kebiasaan sederhana ini, ternyata mendatangkan pertanyaan dari teman-teman, misalnya kapan biasanya menulis, dari mana mendapatkan ide untuk ditulis, dan bagaimana hal itu bisa dilakukan secara istiqomah. Padahal menurut sementara teman, menulis itu tidak gampang. Artinya, tidak semua orang bisa menulis. Pertanyaan-pertanyaan semacam itu, biasanya saya jawab sebagaimana saya tulis berikut.
Saya menulis artikel pendek tersebut, biasanya pada setiap pagi, bakda sholat subuh, sepulang dari masjid. Pada awalnya, kegiatan menulis itu hanya saya maksudkan untuk mengisi waktu luang saja. Setelah sholat subuh, saya kira semua orang, ------kecuali para pedagang atau petani yang harus segera menunaikan pekerjaannya, memiliki waktu luang yang bisa dimanfaatkan apa saja.
Memang ada beberapa alternative kegiatan untuk mengisi waktu luang, pagi setelah sholat subuh sebelum pergi ke kantor, misalnya olah raga. Hanya saja, selesai subuh biasanya suasana masih gelap, sehingga kurang cocok untuk kegiatan itu. Alternatif lainnya, adalah membantu bersih-bersih rumah atau ikut menyelesaikan tugas-tugas dapur. Tetapi jenis ini, seringkali juga diangap kurang tepat, karena pekerjaan itu sudah dikerjakan oleh pembantu rumah tangga. Sedangkan umpama mau tidur lagi, juga tidak pantas. Maka, satu-satunya alternative yang tepat dan mudah adalah menulis artikel.
Untuk mendapatkan ide yang akan ditulis, menurut pengalaman selama ini, tidak pernah mengalami kesulitan. Sepulang dari masjid, selalu saja muncul hal-hal yang saya rasa menarik ditulis. Karena tulisan-tulisan yang saya buat sangat sederhana, pendek, dan tentang hal-hal yang saya anggap actual, maka menulisnya juga tidak terasa sulit.
Selain itu, tatkala menulis saya tidak pernah merasa terbebani, misalnya tulisan yang saya buat harus baik dan sempurna. Sebaliknya, saya juga tidak pernah khawatir, bahwa tulisan saya akan dianggap jelek, atau tidak berkualitas, sehingga akan dikritik dan dicemoohkan orang. Saya tidak pernah peduli dengan hal itu semua. Suasana batin seperti itu kiranya menjadikan pikiran dan hati tidak terbebani, sehingga menulis menjadi mudah.
Pertanyaan berikutnya, tentang bagaimana bisa istiqomah, artinya selalu menulis. Jawabnya, saya kira hal itu terkait dengan pandangan hidup yang saya yakini. Saya selalu membayangkan bahwa hidup ini adalah karunia Allah yang sangat mahal. Oleh karena itu umur yang tidak terlalu panjang harus diisi sebaik-baiknya. Hidup ini harus membuahkan bekas dan tidak boleh dibiarkan kosong begitu saja.
Saya selalu merenung dan membayangkan bahwa hari tertentu, bulan tertentu, dan juga tahun tertentu, tidak pernah kembali atau datang berulang. Sebagai misal, pada hari Rabu, tanggal 16 Juni 2010, sepanjang usia jagad raya ini hanya datang sekali. Tidak pernah akan datang lagi hari, tanggal, bulan dan tahun itu. Oleh karena itu, jika pada hari itu tidak diisi dengan sesuatu yang bermanfaat akan blank atau kosong.
Selain itu, saya juga berkeinginan agar pada setiap detik, jam, hari, bulan atau tahun, yang saya lewati dalam hidup ini, ada bukti bahwa saya telah melakukan sesuatu. Syukur bahwa sesuatu yang dimaksudkan itu adalah kebaikan, dalam arti memberi manfaat bagi orang lain. Kegiatan dan atau kebaikan itu saya harapkan menjadi bukti, bahwa pada saat itu saya masih hidup.
Pada hari ini, Rabu, tanggal 16 Juni 2010, dengan menulis maka artinya, saya masih hidup. Sebagai buktinya, terdapat dokumen berupa tulisan saya tentang “meneruskan kebiasaan menulis”. Tulisan ini, bagi saya adalah sebagai bukti, bahwa di pagi ini saya masih hidup. Umpama saya tidak menulis, maka bisa jadi orang lupa, tidak tahu, atau tidak percaya bahwa saya benar-benar masih ada di hari ini.
Berpikir seperti ini, maka menjadikan saya berusaha terus menulis dan tidak meninggalkannya, sekalipun misalnya dalam keadaan yang kurang sehat, atau sedang bepergian, atau ada halangan lainnya. Oleh karena sudah menjadi kebiasaan, maka pada diri saya terasa ada sesuatu yang kurang lengkap jika tidak menulis. Setelah menulis, dan kemudian direspon dan dikomentari para pembaca, maka terasa bahagia, seolah-olah pada hari itu, telah memberi sesuatu pada orang lain.
Pekerjaan menulis, menurut hemat saya, tidak sulit dan akan bisa dilakukan oleh siapa saja. Sehingga, kalau ada orang, ------apalagi seorang sarjana, guru atau dosen, tidak pernah menulis, maka menurut hemat saya, bukan karena mereka tidak bisa menulis, melainkan hanya karena tidak mau menulis. Membikin seseorang menjadi mau melakukan sesuatu, kadang jauh lebih sulit daripada membuat mereka bisa atau mampu. Akibatnya, banyak orang yang sesungguhnya memiliki kemampuan menulis, tetapi tidak pernah mau menulis. Wallahu a’lam. |
Kamis, 14 Mei 2009
Seorang gila jaringan mungkin ada yang sampai hati untuk membawa-bawa kabel utp jenis crossing lengkap dengan laptop dalam tas gendongnya setiap saat. Penulis pun pernah dalam kondisi seperti itu. Biasanya hal ini terjadi karena orang gila jaringan tersebut selalu ingin melakukan pekerjaan di berbagai tempat dengan 2 PC sekaligus. :). Walaupun pada saat sekarang ada sebuah alat yang tidak repot dan tidak dapat digunakan untuk membelitkan leher. :D. Yakni USB Wlan. Namun ada kondisi yang tidak memungkinkan untuk dapat menggunakan usb wlan, seperti kondisi ekonomi kantong tipis orang gila jaringan tersebut, walaupun hanya mengeluarkan beberapa lembar uang kertas untuk membelinya, tapi tetap saja ini adalah inti permasalahannya, dan berbagai kendala lainnya. :D
Dari situlah tutorial ini berawal, sebelum dapat mengkoneksikan 2 PC menggunakan kabel crossing ada beberapa hal yang dibutuhkan diantaranya :
- Tang kerimping
- 2 buah RG 45
- Kabel UTP 5e dengan panjang secukupnya, sesuai dengan selera anda
- 2 buah PC yang akan dikoneksikan.
Pertama lepaskan shield kabel ( pelindung kabel biasanya bewarna abu -abu ) beberapa centimeter ( 2 cm), dengan memotong shield tersebut menggunakan tang kerimping, kemudian lurus-luruskan kabel-kabel yang berwarna-warni tersebut, kemudian urutkan kabel berdasarkan pewarnaannya di salah satu ujung kabel UTP tersebut. Urutannya adalah sebagai berikut :
Ini adalah urutan kabel straight, sehingga untuk ujung kabel yang lain urutan pewarnaan kabel tersebut harus berbeda dengan urutan ujung kabel straight ini, inilah yang dinamakan dengan kabel cross, urutan ujung kabel cross adalah seperti ini :
Sehingga di kedua ujung kabel tersebut memiliki urutan warna yang berbeda satu sama lainnya.
urutan lengkapnya seperti ini …
Nah dari sini anda siap mengkoneksikan 2 PC tersebut.
Di windows untuk melakukan koneksi 2 PC sama halnya dengan mengkoneksikan PC dengan topologi jaringan yang sering ditemui, biasanya topologi jaringan itu adalah star di mana di pertengahannya biasa ditemui menggunakan hub ataupun switch. Hal yang harus dilakukan untuk mengkoneksikan kedua PC di windows adalah sebagai berikut :
PC Pertama
Masukkan ke network connection di control panel :
Start menu | run | control panel
Setelah itu masuk ke bagian Network Connections
Kemudian pilih Local Area Network Connection
Klik kanan Local Area Network Connection, pilih properties
Di kotak dialog Local Area Network Connection Properties, di bagian tab General pilih Internet Protocol ( TCP/IP ) Kemudian Klik Properties
Setelah itu masukkan IP Addressnya 192.168.1.2, kemudian Netmasknya 255.255.255.0
Setelah itu klik button OK, kemudian Close
Nah untuk PC yang kedua tahapnya sama saja dengan yang diatas namun Alamat IP Addressnya berbeda dengan PC yang sebelumnya, anda dapat mengisinya dengan 192.168.1.1 atau dengan IP 192.168.1.x yang lain, terserah anda. Dengan catatan netmasknya harus sama dengan pc yang sebelumnya yakni 255.255.255.0
Kemudian langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi network setup wizard untuk kedua PC tersebut, agar keduanya dapat saling terhubung sebagai satu workgroup.
Setelah selesai, lakukan ping dari salah satu PC tersebut ke PC lainnya... Jika tampilannya seperti ini maka PC anda telah terhubung satu sama lainnya.
C:\Documents and Settings\Al-k>ping 192.168.1.1
Pinging 192.168.1.1 with 32 bytes of data:
Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time<1ms TTL=128
Ping statistics for 192.168.1.1:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms
Selamat ... :D
Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori jaringan dengan judul Koneksi 2 PC menggunakan kabel Cross
Tutorial Jaringan kali ini erat sekali hubungannya dengan tutorial
penulis sebelumnya, yakni mengenai “Koneksi 2 PC menggunakan kabel
Cross”, sehingga sebelum membaca artikel ini lebih lanjut, penulis
sarankan untuk membaca artikel tersebut.
Bagi seorang yang memiliki akses internet di rumah mungkin pernah
menemui kasus seperti bagaimana caranya membagi koneksi internet hanya
untuk 2 pc. Bisa saja menggunakan switch atau hub, kemudian memasangkan
kabel modem adsl ke dalam switch atau hub tersebut kemudian membagi
koneksi berdasarkan topologi jaringan star. Penulis rasa ini hanya
menghabiskan resource saja, dan dana yang keluar tentunya lebih besar
lagi. Kira-kira gambarannya adalah seperti ini :
Dibutuhkan satu buah switch, sekitar beberapa minggu yang lalu penulis
cek harga hub 8 port itu sekitar Rp 250 ribu. :(, dan dibutuhkan 2
kabel jenis strike, di tambah 4 buah RJ 45, hmmm... berapa kira-kira
dana yang habis di keluarkan ?? Kurang lebih sekitar Rp 270 ribu. :(
Mungkin bisa kurang. Tergantung yang jual temen atau bukan. Harga temen
sekitar ... Lah jadi jualan ?? :D~~
Beda halnya jika kita menggunakan topologi bus yang hanya membutuhkan
satu buah lan card tambahan, dipasang pada salah satu pc, dan satu buah
kabel jenis cross, tentunya bisa meminimalisir biaya yang akan
dikeluarkan, satu buah lan card harganya sekitar Rp 45 ribu. Sisanya
bisa dipakai untuk pedi cure dan medi cure ... :D~~ Ya, kira-kira
gambaran dari topologi bus yang dapat meminimalisir pengeluaran,
seperti ini :
Hanya dibutuhkan satu buah lancard tambahan, dan satu buah kabel cross.
Lan card tambahan dipasang di salah satu pc, dan pc ini harus terhubung
secara langsung ke modem adsl, seperti pada gambar di atas. Dengan kata
lain, 2 lan card inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai bridge.
Perlu diketahui bridge dalam windows XP biasanya hanya memiliki satu
alamat IP.
Penulis tegaskan kembali, teknik yang satu ini berbeda dengan teknik
ketika anda membuat dial connection type PPoE (biasanya digunakan pada
broadband ADSL). Dial connection langsung dari PC berakibat pc yang
mendial connection tersebut akan memiliki IP Public. Nah itu adalah
alasan penulis membuat artikel ini. Dengan kata lain, pada teknik ini
yang memiliki ip public nantinya adalah si modem itu sendiri. Bukan PC
yang melakukan Dialing connection. PC di sini hanya berfungsi sebagai
bridge saja. Bukan mendial connection.
Setelah terpasang jaringan seperti pada gambar, langkah selanjutnya
adalah menyetting komputer yang memiliki 2 lan card tersebut.
1. Klik Start > Run > ketik Regedit [enter]
2. Masuk ke : HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters
3. Ubahlah Nilai dari “IPEnableRouter” menjadi 1
4. Tutup Regedit.
5. Restart PC.
Langkah selanjutnya adalah membuat bridge dari 2 LAN Card pada pc
tersebut. Caranya adalah, masuk ke Control Panel Network Connection,
kemudian klik kanan dan pilih bridge connection.
Tunggu sebentar hingga terdapat 1 koneksi baru, yaitu network bridge.
Kemudian klik kanan Network Bridge tersebut, pilih properties, pada adapters centang 2 lancard yang akan dijadikan bridge,
pada This Connection Use the following items, pilih Internet Protocol
(TCP/IP) kemudian klik button Properties. Untuk pengisian IP Address,
di haruskan 1 class dengan modem adsl, pada gambar ini terlihat, PC
yang di jadikan Bridge mempunyai IP, 192.168.1.2, dan Modem ADSL
sebagai Gatewaynya adalah 192.168.1.1, Preferres DNS server di sini
adalah DNS milik ISP.
Selesai kemudian Ok.
Selanjutnya adalah settingan pada client, yakni di haruskan untuk
menggunakan IP Class yang sama dengna bridge, anda bisa menggunakan
192.168.1.3 – 192.168.1.254, dengan Default Gatewaynya mengarah kepada
Bridge, yakni 192.168.1.2, dan DNS Server mirip dengan propertiesnya
bridge. Ya, selesai, anda sudah dapat menggunakan fasilitas bridge ini
untuk berinternet ria.
Terima Kasih.
Greetz : b_scorpio, abuzahra, peterpanz, kandar, phii_, syahrilrohman,
ivan, dr.emi, safril, hg_, rux, d2n, dent_, minangmedia, riezno,
Lapak-online Team!
Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori jaringan dengan judul Sharing Internet untuk 2 PC dengan Bridge Windows
Kamis, 22 Januari 2009
Kisah Rasulullah SAW dan Pengemis buta
Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya” . Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, “anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan”, Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja”. “Apakah Itu?”, tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana”, kata Aisyah r.ha.
Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “siapakah kamu ?”. Abubakar r.a menjawab, “aku orang yang biasa”. “Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku” , jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…. Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.